MENGENANG GEMPA SUNAMI, GEREJA KATOLIK BASILIUS SISARAHILI GAWU ADAKAN KEBAKTIAN.

Nias Barat , MDNews - Gereja Katolik ST. BASILIUS SISARAHILI GAWU mengenang sekaligus melangsungkan acara kebaktian di Gereja tersebut selasa (26 Desber 2017).

Acara kebaktian tersebut dimulai jam 10:00, Yang memimpin puji-pujian ibu HERTI GULO, yang membacakan MISA Bapak pastor, MATIAS. Asal dari belanda, yang telah lama berdomisili di Nias sehingga bisa berbahasa Nias. Selanjutnya membaca ayat pertama Famati Hia,  Yang memimpin pujian pasalite,  bapak mantan Lektor Bapak Juli Gulo. Yang membacakan firman Tuhan Ayat dua (2) bapak Emanueli Gulo, sekaligus di iringi puji-pujian bapak juli Gulo, berjudul, ALLELUYA

Di hadiri tiga (3) gereja jemaat yang sudah mengalami bencana, Gereja ONKP SISARAHILI GAWU,  GEREJA GBI SISARAHILI GAWU, GEREJA ONKP LASARA BAGAWU, Selanjutnya perkumpulan persembahan yang di bawakan ibu ANGGI GULO, di iringi puji pujian yang ada di dalam Buku LAUDATE,

Ratusan jemaat menghadiri kebaktian tersebut, sunami yang terjadi di Nias tahun 2004 itu selalu menjadi momok yang menakutkan dan mengakibatkan traumatis bagi seluruh penduduk di pulau Nias termasuk di Nias termasuk di Nias Barat.

Kegiatan yang dibawakan tiga (3) gereja, KOR dan FOKAL GRUP pemuda gereja selanjutnya berupa fariasi Dance (tari tarian), yang di bawakan sekolah minggu (SM) untuk membesarkan nama Bapa seluruh umat Kristen, Setelah selesai acara kebaktian Gereja jam 13:00 di teruskan dengan acara SUNAMI, MONUMEN MAKAM BENCANA ALAM,  yang di laksanakan di ruangan gedung Gereja katolik ST.BASILIUS sisarahili dua (2) Nias Barat.

Bapak Herti Gulo Menceritakan terjadinya sunami tanggal 26 Desember 2004 yang lalu hingga pada saat itu ada suara menyerikan seperti suara diberondong tembakan, hingga bapak Herti Gulo melihat arah laut luas, sudah nampak ombak besar hingga menyelimuti seluruh desa sisarahili dua (2) pada saat itu,  hingga semunya orang berteriak minta tolong, tapi tidak ada yang menolong.  Ombak laut setelah besar bapak Herti Gulo berenang-renang, mencari keluarganya di guyur air laut.  Ada yang ketemu dan juga ada yang tidak di temukan, "Imbuh Bapak herti Gulo.

Setelah air laut sudah mulai aman ada kelurga yang mencari korban dan juga ada satu keluarga tidak bisa tertolong lagi karena di gulung arus laut, hingga bapak PASTOR MATIAS asal dari Belanda. datang membantu korban, pastor MATIAS asal Belanda sungguh luar biasa membantu si korban yang sudah di Gulung air laut. bertanya kepada bapak Herti Gulo di mana Adikmu?,  jawab bapak Herti Gulo. masih belum kami temukan pak Pastor,  saat itu  Pastor Matias asal Belanda mengajak bapak Herti Gulo, mencari orang orang yang belum di temukan,  Pastor Matias setelah sampai di lokasi sunami ada pohon kayu yang besar nama kayu itu GEHO,  sampai sampai bapak Pastor Matias mekelilingi tiga (3) kali pohon tersebut. Hingga kaki Pastor terplosok menginjak kayu yang busuk hingga kaki pastormasuk kedalam lumpur dan sepatunya tertinggal di dalam lumpur, kayu busuk itu, selanjunya Pastor mencari sepatunya yang sudah ada di dalam lumpur, yang didapatkan pastor bukan sepatunya, melainkan mayat Adiknya  bapak Herti Gulo, lalu Pastor memanggil  bapak Herti Gulo, "ini adik mu Herti Gulom sudah saya dapatkan, lalu mayat tersebut langsung di kumpulkan di tempat mayat, adapun jumlah mayat korban pada saat itu diperkirakan sekitar (70) mayat seDesa Sisarahili  dua (2), "kenang bapak Herti Gulo

Selesai acara menceritakan terjadinya sunami pada jam 16:00, Mediadunianews.co mengikuti acara ulang tahun sunami tersebut sampai selesai.  (Yasaro Gulo).

Editor : Edy MDNews 01.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال